Kapitalis dan Imperialisme Monopolistik Menjadi Perhitungan Sebagai Lawan

Kapitalis dan Imperialisme Monopolistik Menjadi Perhitungan Sebagai Lawan
Sumber: Buku Vladimir Ilych Lenin Imperalisme Tahap Tertinggi Perkembangan Kapitalisme

SEJARAH-Imperialisme digunakan dalam arti yang beragam oleh pihak yang berbeda-beda. Istilah itu pertama kali menjadi kosakata politik di Inggris pada 1870-an. Namun, istilah itu baru digunakan secara umum pada 1890-an. Saat itu, istilah tersebut menjadi kosakata politik dan jurnalistik dalam wacana tentang penaklukan kolonial. 

Pada 1900-an, saat para intelektual mulai menulis buku tentangnya, sebagian menggunakan istilah itu dengan penekanan pada rivalitas antar negara imperialis di Eropa. Sejak Perang Dunia II, istilah 'imperialisme' menjadi bermakna penindasan dan eksploitasi negara-negara lemah dan miskin oleh negara-negara kuat.

Seiring dengan perbedaan dan perubahan makna istilah 'imperialisme, ' terjadi perdebatan-perdebatan untuk memperjuangkan pemaknaan tertentu atas istilah itu. Kaum Marxis pun ikut di dalam perjuangan untuk memaknai istilah itu. Konsep imperialisme pertama kali masuk ke dalam wacana Marxis pada 1900-an. Di antara generasi awal Marxis yang membahas imperialisme adalah Nikolai Bukharin dan Vladimir Ilych Lenin. 

Sedikit gambaran ulasan tadi menjadi pertanyaan yang mesti dipelajari seksama "apa Kapitalis dan apa Imperialisme". Kapitalis, ' Orang yang menggunakan semua kekayaan atau harta pribadinya untuk memperoleh keuntungan (capitalist), kaum bermodal; orang yang bermodal besar; golongan atau orang yang sangat kaya." sedangkan Imperialisme, ' sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.

Gambarannya begini Kapitalis dan Imperialisme monopolistik menjadi perhitungan sebagai lawan. Kenapa sebagai lawan?

Kapitalis dan Imperialisme monopolistik menghambat kemajuan tenaga produktif tidak senang negeri-negeri lain (Terutama negeri berkembang kaya sumberdaya alam dan manusia pekerja/konsumennya) berhasil membangun negeri yang modern, adil, makmur dan sejahtera tanpa tergantung kepada mereka.

Kalau singgung tentang bangun negeri modern, adil, makmur dan sejahtera hukum dan syarat-syaratnya, harus dapat memajukan tenaga produktif yakni sarana-sarana/alat-alat produksi, teknologi, dan kepandaian manusia produktifnya dengan memajukan penelitian dan pengembangan. 

Kemandirian yang utama bukan menjadi patron (seseorang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh dalam suatu kelompok masyarakat tertentu), semestinya berupaya mandiri dalam tenaga produktif dan berjuang agar hubungan ekonomi internasional dengan negeri-negeri kapitalis dan imperialis yang (monopolistik) memberikan manfaat bagi penelitian dan pengembangan, melepaskan diri ketergantungan terhadap mereka. Apa itu" Kapitalis dan Imperialisme".

Jalan terbaiknya bekerjasama dengan individu-individu/organisasi-organisasi/negara-negara progresif/revolusioner menambah kekuatan internasional dan dalam negeri menghadapi imperialisme lalu persiapkan perlawanan terhadap serangan imperialisme.

Maka, yang harus terjadi hukum atau syarat-syarat untuk membangun negeri yang modern, adil, makmur dan sejahtera dijalankan dengan baik dan benar.

(Penggiat Serikat Buruh: Cheudin, Sarinah, Danial)

Mesuji
Udin Komarudin

Udin Komarudin

Previous Article

Pagar Nusa Tampilkan Berbagai Atraksi, Malam...

Next Article

Lantas, Komitmen Apa Sih Dewas Facebook

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 50

Postingan Tahun ini: 1645

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 41

Postingan Tahun ini: 1714

Registered: Feb 19, 2021

Ishak

Ishak verified

Postingan Bulan ini: 30

Postingan Tahun ini: 35

Registered: Jul 31, 2021

Ernest Hendri

Ernest Hendri verified

Postingan Bulan ini: 26

Postingan Tahun ini: 2608

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Zul Chilalek

Pedagang Ngotot Buka Pasar Sapi Sendiri di Sepandi, Pemdes Gayam 'Gak Mau Tau'
Kembangkan Potensi Desa, Balon Kades Manggalung  Burhan Siap Bangun Kerjasama
Rumah Tongkonan Warga Kena Longsor, Diduga Imbas Proyek PHJD 2021, Ini Komentar Pemuda Torut
Presiden Jokowi: PPKM Level IV Diperpanjang Hingga 9 Agustus 2021

Follow Us

Recommended Posts

Komitmen Pemkab Lambar Menjadikan Kabupaten Berbasis Literasi Telah Membuahkan Hasil
Direktur Utama PLN: Bauran Pembangkit EBT Capai 13 Persen
Pembangunan Infrastruktur Mantap, Bupati Parosil Wujudkan Lampung Barat Hebat dan Sejahtera
Kepala BRIN: Integrasi Litbang Menyiapkan Ibu Kota Baru Akan Segera Dilakukan
Ombudsman  RI Lampung Tindak Lanjut Laporan Dugaan Maladministrasi oleh Kantah Bandar Lampung