Antara Orang Miskin dan Kelas Menengah Berpura-pura Pintar

Antara Orang Miskin dan Kelas Menengah Berpura-pura Pintar
Alangkah indah-sejahtera, ketika terbayang kedamaian dunia terlaksa awal adanya Adam dan Hawa

SOSIOLOGI-Sangatlah fakta cerita hidup dibumi manusia saat ini, penggila harta dan juga kekayaan sudah mengakar dalam pikiran, ketika banyaknya persoalan penderitaan dan teranianya kelas bawah, kelas miskin seolah tak memiliki arti memerdekakan hak dan martabatnya, si kelas menengah yang berpura-pura pintar padahal bodoh hadir sebagai penjilat.

Seperti tuntutan-tuntutan, problematika pekerja saat ini, upah tak kunjung dinaikkan, fasilitas penunjang minimal ingin sejahtera, sedikit perhatian bahkan dilupakan, karena hidup beserta keluarga tergantungan pada nasibnya sebagai pekerja, buruh disuatu perusahaan. Ya, itulah tetap diikuti sebagai nasib pekerja, antara hak dan kewajibannya berat sebelah, dan justru kewajibannya lebih dituntut diutamakan.

Penggiat Serikat Buruh (DL) pernah menuliskan" Bila orang miskin tak bermartabat, itu bisa dimaklumi, karena keterpaksaan hidup (ekonomi). Tapi bila kelas menengah yang tak bermartabat, maka ia pasti dihinggapi sakit jiwa, karena ia adalah, manusia Indonesia yang gembira melihat saudara-saudaranya sendiri miskin; yakni orang-orang yang bodoh tapi merasa pintar".

Dan kebodohannya dipakai untuk menjilati orang kaya atau pemilik modal, agar kebodohannya dibayar agak mahal (karena dijadikan juru bicara alias jongos-mulut oleh yang berduit), maka jadi lah dia orang bodoh yang doyan membodoh-bodohkan mereka yang menuntut keadilan dan kelayakan hidup, demi remah-remah yang ditukar-guling martabat dirinya. Setengik-tengiknya manusia, masih banyak kelas menengah seperti itu di Indonesia ketika menanggapi buruh yang menuntut kenaikan upah.

Dari untaian kalimat dan isinya, sangatlah tak dipungkiri, watak orang-orang seperti itu masih banyak, dan alangkah indah-sejahtera, ketika terbayang kedamaian dunia terlaksa awal adanya adam dan hawa. Semoga kita semua diberikan, ketentraman hati dan pikiran bersih. Amin...Ya Roball Allamin.

(Penggiat Serikat Buruh: Cheudin, Sarinah, Danial)

Mesuji Lampung Opini
Udin Komarudin

Udin Komarudin

Previous Article

Masyarakat Yang Modern, Itulah Kaum Cendikiawan...

Next Article

Bimtek Selesai, Satgas Covid -19 Belum Tegaskan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 50

Postingan Tahun ini: 1645

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 42

Postingan Tahun ini: 1715

Registered: Feb 19, 2021

Ishak

Ishak verified

Postingan Bulan ini: 30

Postingan Tahun ini: 35

Registered: Jul 31, 2021

Ernest Hendri

Ernest Hendri verified

Postingan Bulan ini: 26

Postingan Tahun ini: 2608

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Zul Chilalek

Pedagang Ngotot Buka Pasar Sapi Sendiri di Sepandi, Pemdes Gayam 'Gak Mau Tau'
Kembangkan Potensi Desa, Balon Kades Manggalung  Burhan Siap Bangun Kerjasama
Rumah Tongkonan Warga Kena Longsor, Diduga Imbas Proyek PHJD 2021, Ini Komentar Pemuda Torut
Presiden Jokowi: PPKM Level IV Diperpanjang Hingga 9 Agustus 2021

Follow Us

Recommended Posts

Komitmen Pemkab Lambar Menjadikan Kabupaten Berbasis Literasi Telah Membuahkan Hasil
Direktur Utama PLN: Bauran Pembangkit EBT Capai 13 Persen
Pembangunan Infrastruktur Mantap, Bupati Parosil Wujudkan Lampung Barat Hebat dan Sejahtera
Kepala BRIN: Integrasi Litbang Menyiapkan Ibu Kota Baru Akan Segera Dilakukan
Ombudsman  RI Lampung Tindak Lanjut Laporan Dugaan Maladministrasi oleh Kantah Bandar Lampung